MUNGKIN ( PEUT - ETRE ) (Ny Andri - Fara)

Pas encore lu

Demander une lecture
(Nalaina tao amin'ny vetso.serasera.org)
Mungkin

Pertempuran berkecamuk di dalam diriku,
Tak seorang pun melihatnya, tapi aku merasakannya.

Aku tersenyum pada orang-orang setiap hari,

Tapi di dalam, aku lelah.

Ada mimpi yang masih ingin kuwujudkan,

Tapi ketakutan menahanku.

Suara-suara berkata, "Kau bisa melakukannya,"

Tapi yang lain berbisik, "Kau tak akan berhasil."

Terkadang, aku tersesat, aku tak tahu harus pergi ke mana,
Berkeliaran di antara "ingin maju" dan "ingin menyerah."

Seolah-olah aku sedang melawan bayanganku sendiri,
Yang tak mau meninggalkanku sendirian.

Tapi terlepas dari segalanya… aku masih hidup,
Aku bangun setiap hari, aku terus maju.

Dan mungkin ini adalah kemenangan pertama,
Meskipun kecil, ini adalah langkah besar bagiku.

Suatu hari nanti, jalan akan jelas,
Pikiran akan tenang, hati akan sembuh.

Namun hari ini, aku berjuang…

Dan aku takkan menyerah, meskipun sulit.

Rumah seharusnya menjadi tempat perlindungan yang damai,

Namun terkadang, rumah menjadi medan perang yang sunyi.

Kata-kata berbenturan,
Berubah menjadi luka yang dalam di hati.

Ada cinta yang tak terucapkan,
tersembunyi di balik amarah.

Ada kesedihan yang tak terbagi,
yang tumbuh dalam keheningan.

Mata bertemu tanpa pemahaman,
Hati terhubung, tetapi tampak begitu jauh terpisah.

Semua orang mengaku benar,

Tetapi tak seorang pun mendengarkan yang lain.

Terkadang, aku ingin pergi, melarikan diri,

Tetapi di sinilah akarku berada.

Meskipun hatiku terkadang sakit,
aku berpegang teguh pada apa yang kita sebut "keluarga."

Tetapi mungkin suatu hari nanti,
kesunyian akan memberi jalan bagi kedamaian.

Kata-kata akan menjadi obat penenang,

dan luka akan sembuh sedikit demi sedikit.

Namun untuk saat ini… aku bertahan,
berusaha untuk tidak menyerah pada amarah.

Karena jauh di lubuk hatiku, aku tahu,

bahwa cinta masih ada… bahkan dalam diam.

Kau yang selalu berada di sisiku setiap hari,

Namun kau tampak begitu jauh, begitu tak terjangkau.

Kata-katamu terkadang menyakitkan,

Kata-kata itu menyakitiku bahkan tanpa kau mengucapkannya.

Aku tidak ingin berdebat denganmu,

Namun hatiku lelah menanggung semuanya.

Aku ingin dipahami, aku ingin kau mendengarku,

Namun suaraku seolah hilang dalam kehampaan.

Terkadang, aku diam, aku tidak mengatakan apa pun,

Bukan berarti aku tidak punya apa-apa untuk dikatakan…
Namun aku takut keadaan akan memburuk,
Apa yang sudah kita alami ini sulit.

Tahukah kau bahwa aku masih mencintaimu?

Bahkan di kedalaman kesedihan.

Namun cinta seharusnya tidak menyakitkan,

Namun, terkadang itulah yang kurasakan.

Aku tak menuntut kesempurnaan,

Hanya sedikit mendengarkan, sedikit kelembutan.

Mungkin jika kita berdua berusaha,
Kedamaian yang hilang akan kembali.

Tetapi jika belum…
Aku akan bertahan, aku akan mencoba lagi. Karena meskipun sulit untuk hidup bersama,
Aku masih berharap… bahwa semuanya akan baik-baik saja.

Di gereja, dalam keheningan hatiku,

Aku berdoa kepada Tuhan yang tak terlihat.

Membawa kesedihan dan cobaan,
ke dalam tangan-Nya yang penuh rahmat.

Suara doa bagaikan angin sepoi-sepoi,

menghibur, menenangkan jiwa.

Hati yang memohon, bahkan yang lemah sekalipun,
akan menemukan kedamaian dalam belas kasih-Nya.

Meskipun jalan yang kutempuh sulit,

atau meskipun ada perang dan kekacauan di rumah,

Aku tahu aku tidak sendirian,
karena kasih abadi-Nya tetap ada.

Aku berdoa, memohon terang,

untuk menuntun jalan hidupku.

Sebab sekalipun hati berduka,

iman adalah kekuatan yang tak habis-habisnya.

Ya Tuhan, yang mendengar doa yang sunyi, terimalah ke dalam hati-Mu peperangan dan kesedihan di rumah.

Berikanlah aku pengertian,
dan biarlah terang bersinar dalam kegelapan.
Diamkanlah kata-kata yang menyakitkan, akhiri perpecahan dan kemarahan.

Semoga kasih mempersatukan kita semua,
dan kedamaian serta ketenangan akan kembali.
Persiapkanlah kami untuk saling mendengarkan,
untuk berdamai dengan lembut.

Semoga kesabaran dan pengampunan menjadi tujuan kami,
dan semoga pengertian tidak pernah pudar.

Tuhan, jangan tinggalkan kami,
Karena dengan kekuatan yang datang dari-Mu, luka akan sembuh,
penderitaan akan diubah menjadi kekuatan,
dan kehidupan kami di rumah akan dipenuhi dengan kasih.

Ditulis dengan tenang. Ampandrianomby. 11:07 AM

3 Agustus 2026 Raphaël Spartacus / Ny Andri-Fara
--------
Lien:
23 0
Ajouter un commentaire
Veuillez vous connecter
© Eugene Heriniaina - serasera.org 1999 - 2026 - page load 0.0108